|
 |
MY MENU |
|
|
 |
MODULE |
|
|
 |
SPLASH |
|
|
|

| SEARCH |
|
|
 |
ARTIKEL
|
|
| |
|
|
| |
Penjelasan Tentang Cryptografi
Enkripsi merupakan aspek yang sangat penting dalam komunikasi data melalui komputer, sehingga kerahasiaan data tetap terjamin. Enkripsi adalah sebuah proses yang mengubah sesuatu data menjadi kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi bersal dari bahasa Yunani kryptos yang berarti rahasia atau tersebunyi. Sedangkan ilmu yang mempelajari seluk beluk enkripsi dan deksripsi (kebalikan enkripsi) disebut ilmu Cryptography. Orang yang berusaha memecahkan kode enkripsi tanpa kuncinya disebut Cryptoanalyst (Hacker).
Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi terutama jaringan komputer, semakin diperlukan sistem keamanan yang handal serta dapat menjamin privacy data yang dikirim. Karena pengamanan informasi bisa jadi menentukan hidup matinya seseorang. Contoh nyata adalah terbongkarnya pengamanan informasi dari Mary, Ratu Scotlandia sehingga akhirnya ia dihukum pancung. Ketika perang dunia kedua, Nazi Jerman menggunakan enkripsi yang bernama Enigma dalam proses komunikasi antara pusat komando dengan kapal-kapal perangnya. Enkripsi Enigma ini akhirnya dapat dipecahkan oleh pasukan sekutu sehingga Jerman dapat ditaklukkan lebih cepat. Komunikasi satelit antara pusat komando Amerika di Tampa Florida ke kapal-kapal perang Amerika di seluruh dunia, juga menggunakan enkripsi yang sangat canggih. Hal itu sedemikian rupa didesain agar data komunikasinya aman dari "sadapan" pihak-pihak musuh Amerika.
Cara Kerja
Enkripsi digunakan untuk menyandikan dat-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi, data Anda disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (men-decrypt) data tersebut, juga digunakan sebuah kunci yang dapat sama dengan kunci untuk mengenkripsi (privat key) atau dengan kunci yang berbeda (Public Key).
Enkripsi menggunakan semacam algoritma untuk mengubah data atau pesan asli, yang disebut dengan plain text untuk menjadi cipertext, atau bentuk yang terenkripsi. Sebaliknya proses untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext disebut dekripsi.
Misalnya kalimat "I Love You" dengan enkripsi Caesar akan menjadi " l oryh brx ". Enkripsi Caesar diambil dari nama Julius Caesar diambil dari nama Julius Caesar (100-44 SM). Aturan dari enkripsi Caesar adalah mengeser huruf sejumlah bilangan tertentu dengan pesan asli seehingga menjadi huruf lain. Pada contoh di atas, tiap-tiap huruf pada pesan asli digeser 3 huruf ke kanan.
Keamanan dari enkripsi bergantung pada beberapa faktor. Pertama, Algoritma enkripsi harus cukup kuat sehingga sulit untuk men-decript ciphertext dengan dasar ciphertext tersebut. Lebih jauh lagi, keamanan dari algoritma enkripsi bergantung pada kerahasiaan dari kuncinya bukan algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk men-dekripsi-kan informasi dengan dasar ciphertext dan pengetahuan tentang algoritma dekripsi/enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.
Model enkripsi yang digunakan secara luas adalah model yang didasarkan pada Data Encryption Standard (DES), yang diambil oleh biro Standard National US pada tahun 1977. Untuk DES data enkripsi dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan menggunakan kunci ini, 64 data input diubah menjadi suatu urutan dari metode menjadi 64 bit output. Proses yang sama digunakan untuk mengubah kembali enkrispi.
 | Posting : 5/14/2004 10:59:13 AM l Dibaca : 744 kali |
|
|
| |
|
|
|
|